UTS yang tak membawa nikmat

Gue pikir UTS mata kuliah control yang diundur bakalan ngasih kesempatan buat gue untuk belajar lagi. So.. niat gue dari lubuk hati yang paling dalam, gue harus belajar (mengepalkan tangan dengan semangat 45).

Waktu terus berjalan, tapi bagi gue waktu gak jalan lagi tapi udah lari mungkin.
Gue baru sadar sehari sebelum ujian. Rasanya kayak pake lorong waktu, gue terdampar di waktu yang lain di masa depan. Gak tau mau ngapain. Di tangan gue sekarang udah ada dua fotokopian catatan control. Gue nyoba baca….

Tapi apa itu.., Gc(s), Y(s) $%@$#%^$$&%^#$&^#%

Oh,, gue buta huruf

Gak ada satupun yang bisa gue baca

Sampai tengah malam gue berusaha belajar. Tapi yang gue tau cuma kontrol itu terdiri dari huruf K-O-N-T-R-O-L. yapz.. itu doang.
Besoknya…….

Gue duduk di barisan belakang dengan pandangan kosong.

Lembar jawaban dibagikan

Lembar soal dibagikan

10 menit pertama……….. gue nulis nama
10 menit selanjutnya……….gue nulis no BP
10 menit berikutnya………gue nulis nama mata kuliah
10 menit kemudian…….gue tanda tangan

Beberapa menit berikutnya

gue baca soal

ngangguk-ngangguk

geleng-geleng

muter-muter

no 1 gampang

no 2 masih gampang

no 3 gue Cuma bisa baca “tentukan” doang

gue liat lagi soal. liat bagian belakangnya berharap ada kunci jawaban. Emang gak ada rupanya

gue liat kiri kanan, sebelah kanan ada lom-lom sebelah kiri ada mahbub. Pantesan gue gak bisa jawab soal, ternyata gue berada di antara dua neraka.

Gue perhatiin sekeliling, koq rasanya mereka gampang aja ngerjain soalnya. Apa gue dapet soal yang susah y?? liat soal mahbub, sama koq.

Kesimpulan gue., gue gak bodoh koq, cuma soalnya terlalu gampang nih

Waktu hampir habis. Gue cek lagi jawaban yang udah gue tulis. Oke, no 1 sama no 2 gue masih ragu. Berarti Cuma data diri (nama, no BP, mata kuliah) yang betul. Sayangnya itu gak ada poinnya.

Waktu habis, gue ngumpul kertas jawaban dengan percaya diri bakal dapat nilai gak lebih dari 50.

Pesan moral : kalau rasanya gak bakalan bisa ngerjain soal pas ujian, gak usah belajar aja sekalian. Carilah posisi yang rasanya bisa menunjang prestasi.

bukan sajak cinta



Gelap malam bercahaya buram

Dalam dinding ruang terbakar aku

Dimana aku ketika terang datang

Tersesat hati tanpa kesempatan merubah jalan


Sang pengecut lari pecundang datang

Dimana aku ketika semua hilang

Membuka mata menusuk dalam lingkaran indah ikatan


Hilang tapi, kecuali kembali

Bagi kau yang tak punya nyali untuk berhenti

Menghindari

Takut diri hadapi dunia yang menuntutmu pergi

Tertahan mati disini


Percuma kuhentikan waktu

Karena kau tetap lari

Percuma kau hadapi kenistaan hati

Karena kau tetap di sini


Potret suram bayangan hati berdiri aku

Menapak senja tanpa rasa tanpa daya

Terhisap, terjerat, tak terbawa


Dimana aku berdiri kaku biru

Aku tetap disini karena kau tak akan berhenti


Dan selalu begini

    Linkback



    cuma cowok lugu

    Counter

    PageRank

    Followers

    Blogger